Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs) adalah serangkaian delapan sasaran pembangunan internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2000, dengan target yang harus dicapai pada tahun 2015. Meskipun kemajuan signifikan telah dicapai untuk mencapai sasaran-sasaran ini, masih terdapat tantangan dan kesenjangan yang perlu diatasi. Sebagai tanggapannya, PBB memperkenalkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2015, untuk melanjutkan kemajuan yang telah dicapai dan terus berupaya menuju masa depan yang lebih baik bagi semua.
Salah satu SDGs, yang dikenal sebagai MDG99, berfokus pada pentingnya kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. Tujuan ini mengakui bahwa mencapai pembangunan berkelanjutan memerlukan kolaborasi dan kerja sama antar negara, pemangku kepentingan, dan organisasi. Hal ini menekankan perlunya kemitraan inklusif yang melibatkan semua sektor masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan komunitas internasional.
Negara-negara di seluruh dunia telah berupaya mencapai MDG99 dengan memperkuat kemitraan dan kerja sama di tingkat lokal, nasional, dan global. Banyak negara telah mengadopsi kebijakan dan strategi yang mendorong kolaborasi dan dialog antar pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan utama pembangunan. Hal ini mencakup inisiatif untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi, serta upaya untuk memerangi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim.
Salah satu contoh negara yang berupaya mencapai MDG99 adalah Rwanda. Pemerintah Rwanda memprioritaskan pembangunan kemitraan yang kuat dengan organisasi internasional, LSM, dan sektor swasta untuk mengatasi isu-isu pembangunan utama di negara tersebut. Melalui kemitraan ini, Rwanda telah mencapai kemajuan signifikan dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan air bersih, serta mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Contoh lainnya adalah Indonesia, yang telah membentuk platform nasional untuk kemitraan multipihak guna mendorong pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia telah berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, masyarakat sipil, dan organisasi internasional, untuk melaksanakan proyek dan inisiatif yang mengatasi tantangan utama pembangunan di negara ini. Hal ini mencakup upaya untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan energi bersih, serta inisiatif untuk memerangi perubahan iklim dan mendorong pertanian berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pencapaian MDG99 memerlukan upaya kolektif dari semua sektor masyarakat. Penting bagi negara-negara untuk bekerja sama, berbagi pengetahuan dan sumber daya, serta membangun kemitraan yang kuat untuk mengatasi tantangan pembangunan berkelanjutan yang kompleks dan saling terkait. Dengan memupuk kolaborasi dan kerja sama di antara berbagai pemangku kepentingan, negara-negara dapat mencapai kemajuan signifikan dalam mencapai SDGs dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua orang.
